Puisi : "Puisi"


Puisi

Puisi seperti suaraku yang mungkin tak akan pernah mampu sampai ketelingamu, 
tapi ia memiliki kaki untuk berpulang dan berharap bisa menetap dihatimu. 

Puisi layaknya perhatianku yang sering kamu tepis malu - malu, 
tapi selalu jadi hal yang kamu tunggu - tunggu. 

Puisi itu mirip tetesan air mata  bahagia ibu.
Ingin aku menulis dan membacanya setiap waktu. 

Puisi itu sama seperti aliran sungai, 
selalu tertuju kepada muara, 
untuk melapas kerinduan sebelum
 kembali menguap menjadi awan. 

Puisi itu bagai orang - orang yang aku sayangi, 
menulis dan membacanya selalu membuatku bahagia. 
Sama seperti mereka. 


Yusuf Alfianto
Cimahi, 29 Agustus 2017

Teruntuk orang orang yang aku sayangi,
 khususnya adik perempuan ku : Aisyah Nur Hidyah. 

Wahai Pendar gugusan bintang dibulan ketiga. 
Semangat untuk hari - harimu. 
Jaga selalu hati ibu. 
Dan percaya selalu usaha dan doa 
harus lebih kita percaya dan perjuangkan dari pada takdir 
yang tak jelas ujungnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel ‘’Angan Senja Dan Senyum Pagi’’

Dingin