Puisi : Langit Dan Kesatria

Langit dan Kesatria. 

Langit mulai mahir meniru,
dia bisa jadi masakan ibu, 
ejekan kawan dimasa lalu, 
rasa bangga ayah yang disebunyikan, 
atau mimpi masa kecil yang sempat terlupakan. 

Langit juga rupanya mulai mahir menertawakan,
 layaknya ungkapan cinta pertama yang dipendam 
atau sekedar ucapan sayang pada adik perempuan yang selama ini ku bungkam

Tapi langitpun mulai mengerti, 
bersama rintik hujan yang mewaliki kecengengan kesatria,
yang pada akhirnya  menemukan kembali jiwanya. 

Kesatria itu akan selamanya dan sedari dulu yatim serta piatu, 
sikapnya pembuat onar, 
karena kesepian yang membuatnya gusar. 

Langit mendung disertai rintik rintik ramah mulai membasuh jiwanya,
 kesepian berubah jadi sunyi yang menenangkan, 
kekecewaan jadi senyum penerimaan 
dan sumpah serapah  hilang, lenyap, hangus 
dan tumbuh menjadi rasa tabah dan pasrah, 
karena dibanding kuasaNya dia mahluk yang sangat dan teramat lemah. 

Yusuf  Alfianto
Gambar Dilukis Oleh : Rama H
Bekasi, 2 September 2017


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel ‘’Angan Senja Dan Senyum Pagi’’

Dingin