Review Novel ‘’Angan Senja Dan Senyum Pagi’’



Judul                    : Angan Senja Senyum Pagi
Penulis                 : Fadh Pahdepie
Halaman              : 353 Hal
Penerbit               : Falcon Publishing



Tentang Angan Senja Yang Tak Bisa Melupakan Senyum Pagi.

Setelah gagal ikut PO karena kebentur tanggal tua dan gak bisa dateng pas ada bedah bukunya di Bandung gara gara kebentrok kuliah di Bekasi Akhirnya dapet juga nih buku dan jujur ini adalah salah satu buku yang dimana saya gak mau cepet cepet sampai di halaman terakhir , karna ya begitulah seperti beberapa karya kang Fadh yang sudah saya baca  seperti : ‘’Jodoh’’ dan ‘’Sehidup Sesurga’’ pemilihan diksi dibuku ini sangan indah nan puitis tapi amat mudah dicerna pembacanya , so dijamin temen temen bakal betah mantengin ini buku sampai gak kerasa kalo udah mau sampai diujung cerita. 

  Setau saya jika di buku ‘’Jodoh’’ kang Fadh memakai alur memilih alur mundur diceritanya begitupun di Novel ‘’Angan Senja Senyum Pagi’’ (tolong dikoreksi jika salah). Diawali dengan pengenalan para tokoh yang sudah silanda masalahanya masing masih kemudian barulah diceritakan ulang awal mula masalah mereka.


Berikut Ceritanya :

                Novel ini berkisah tentang seorang pria Jenius ,Tampan , Mapan dan jomblo . *pokoknya idaman perempuan banget, tapi sayang umurnya udah masuk kepala tiga ^^ dan seorang Wanita cantik dengan satu orang putri yang amat berbakat sebagai pianis yang tuhan uji dengan penyakit yang mengharuskannya memakai selang bantu pernafasan. Sebenarnya akar permasalahan kedua tokoh ini berada pada masalalunya so jadi kita mulai dari Masa lalu mereka:
                Senyum Pagi begitulah namanya seorang siswi tingkat akhir jurusan IPS yang selalu mencuri perhatian orang - orang disekelilingnya kerena kebiasaannya yang sering salah kostum, tapi bukan hanya itu yang membuatnya menjadi pusat perhatian parasnya yang cantik membuat segala kesalahannya selalu bisa dimaafkan.
                Pagi itu ia lupa belum mengerjakan PR Matematika, dan karena enggan untuk dihukum akhirnya ia memilih membolos. Begitu pelajaran matematika diavpun keluar kelas dan mencari tempat persembunyian, dan belakang bangunan kelas lah yang dia pilih .Di sanalah dia bertemu dengan Angan Senja Sibocah jenius Matematika yang kelak akan menjadi masa depannya.

                Berbeda dengan Pagi yang membolos karena menghindari pelajaran matematika, Angan Senja membolos pelajaran karena dianggap pelajaran Matematika yang diajarkan gurunya dikelas terlalu membosankan.




*ada kutipan yang menarik Di Hal 66 ketika angan menganggapi keluhan Pagi yang payah dalam matematika , berikut kutipanya : ’’Hidup Tetap indah kok meski kita tak bisa menyelesaikan hitungan matematika’’ ujar Angan ‘’Sebab hidup jadi indah sebab kita tidak dapat memperhitungkannya kan ? banyak dalam hiduo yang tidak dapat dihitung. Cinta, persahabatan misalnya.Perasaan manusia memiliki ketakterbatasannya yang gak bisa dimatematikan, Infinite’’

                Singkat ceita semenjak bertemu dan sering membolos bersama mereka menjadi sahabat dekat. Bahkan kedekatan mereka bukan hanya dibelakang bangunan kelas, tapi juga di tempat umum lainnya di sekolah. Hingga Akhirnya anganpun mulai tidak nyaman karena desas desus gossip antar dirinya dengan pagi yang pacaran.
                Melihat tingkah Angan yang seakan menjauhinya Pagi pun meminta keterangan kepada Angan dan pada akhirnya dirinya memutuskan pura pura pacaran dengan Angan agar teman teman sekolahnya berhenti bergosip.



                Singkat cerita Pagi yang mau lulus hendak memberitau perasaannya pada Angan lewat surat yang berisi dua kalimat ‘’Kamulah yang selama ini aku cari, semoga aku tak perlu menjelasakan apa apa lagi’’. 


                Tapi sayangnya keputusan Pagi berpura pura pacaran membuat Angan harus mengalami pengeroyokan olah mantan pacar Pagi yang membuat gagalnya rencana pemberian surat itu, tapi disitulah awal mula kedekatan Pagi dengan Ibun ibu Angan Senja
Pagi yang datang kerumah Angan dengan rasa bersalah meminta maaf kepada Ibun dan mulai dari situlah pagi jadi sering berkunjung kerumah Angan dan sering berbagi cerita dengan Ibun.
               
                Karena gagal untuk memberi suratnya Pagi pun berniat kembali memberikan surat tersebut dan Angan pun berniat memberinya suatu kejutan *(kejutannya apa?  baca sendiri ya dibuku :p) , tapi sayang kejutan tersebut membuat pagi gagal lagi memberikan surat dan menyatakan perasaannya.
Hingga 17 tahun berlalu dan Pagi belum juga memberikan surat itu.

Masa 17 Tahun Kemudian.
                Angan Senja yang telah menyelesaikan studi S2 diluar negeri mendirikan suatu perusaan akuntan dan menjadi akuntan paling disegani di Indonesia tapi masih dengan kehampaan hidup karena kepingan puzzle dalam hidupnya belum lengkap, Angan yang memiliki kelebihan tidak bisa melupakan sesuatu membuatnya tersikasa akibat kenangan dan perasaannya pada Senyum Pagi yang belum tersampaikan Selama 17 tahun.
                Pagi sekakan menghilang ditelan bumi, kemanapun Angan mencari pasti tak kunjung didapati kabar Pagi.Hingga akhirnya waktu tak kuasa lagi memanjangkan jarak diantara mereka, akhirnya mereka dipertemukan kembali ketika Pak Jarret Seoarang pemusik yang berniat membuat mini konser dengan Angan.
                Pak Jarret yang tertarik dengan kemampuan bermain piano Anggun anak Pagi dari suami yang dulu tertarik untuk mengajaknya dalam konser yang digarap bersama angan. Disinilah titik pertemuan antara Pagi dan Angan. Disaat yang seharusnya menjadi meeting untuk konser yang telah dirancang pak jarret semala 13 tahun, Tapi pertemuan ini bagi Angan dan Pagi seperti membuka luka lama , membuak jaitan luka yang hendak mengaring  dan walau menyakitkan rasanya mereka senggan diobati.
                Pertemuan setelah 17 tahun memang itu yang mereka harapkan tapi mengapa harus dalam kondisi ini, kondisi Pagi yang dalam beberapa hari ini akan menikahi seorang pengacara hebat bernama Hari.
                Sesampainya diApartemen banyangan tentang Pagi dan segala penyesalan penyesalan muncul didalam pikirannya bagai slide yang terue menerus memutar tanpa henti. Angan yang telah menyerah dan tak mau mengubur perasaannya hanya untuk dirinya sendiri mengajak Pagi untuk bertemu untuk mengungkapkan segalanya serta mengucapkan salam perpisahan,

Nah bagian disii yang paling saya suka : Bisa dibacadi cover belakang buku pertemuan ditaman ditengah rintik hujan, monggo baca sendiri berikut Covernya :





Nah sekian review dari saya untuk endingnya sengaja saya tidak beritahu supaya temen temen cari sendiri, karna sayang novel semanis ini tidak dibaca karena temen temen sudah baca review dari saya yang kurang bagus ini , banyak scane scane yang bikin hati kita meleleh dan angan kita ikut terhanyut dalam suasannya yang gak saya tulis direview ini , juga banyak lagi karakter yang gak saya tulis direview ini.

So selamat Mencari pinjeman atau kalau pengen punya bisa cari ditoko buku terdekat dan mohon maaf karena banyak kekurangan

Tolong Kritik dan sarannya agar saya bisa memperbaiki dilain kesempatan

Terima Kasih     


               





Komentar

  1. Mantep nih novel..jadi pengen pinjem ke temen se-kost yang kebetulan punya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia gan coba pinjem ketemen kostsannya , bagus kok kalo dibaca .
      apalagi kalo sampe beres bacanya

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dingin