Rindu

Lantas bagaimana dia yang tak bisa lagi aku temui?
Yang jejaknya amat sangat aku jaga.
Haruskah diri ini mengutuk jarak?
Karna sungguh kelewatan dia memisahkan.
Karena,
Tanah dan langit terlampau jauh.
Aku ingin menggengam tangannya dibumi.
Memandang jernih matanya disamudra.
Mengabadikan senyum indahnya dimusim semi.
Tapi semua itu nyatanya hanya akan jadi mimpi.
Waktu nyatanya sudah berksonspirasi dengan jarak.
Membiarkan ku menanam rindu
Tapi tak memberiku kesempatan menuai temu
#
Maaf kan aku
Maaf aku yang penuh nafsu untuk memilikimu
Ganggaman tangan mu mungkin tak bisa ku nyatakan, pelukan ku pasti tak akan pernah merasakan hangatnya tubuhmu.
Tapi disini, dibumi ini meski aku tak bisa menyayangimu, mendekapamu, dan memanjakannmu,
Biarlah doaku yang menggantikan nafsu ku dibumi, agar kau bisa merasakan cintaku lewat ramahnya jamuan penduduk langit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel ‘’Angan Senja Dan Senyum Pagi’’

Dingin